MisindoGlobalNews, Jakarta 14 Agustus 2026 - Universitas Pertamina (UPER) memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung agenda hilirisasi dan ketahanan energi nasional melalui pengembangan riset yang lebih dekat dengan kebutuhan industri.
Langkah tersebut sejalan dengan agenda pemerintah yang menyiapkan 18 proyek prioritas hilirisasi dan ketahanan energi dengan total nilai investasi sekitar Rp618,13 triliun. Pemerintah menyebut 18 proyek itu mencakup sektor mineral dan batu bara, transisi energi, ketahanan energi, pertanian, serta kelautan dan perikanan.
Di tengah agenda tersebut, Rektor Universitas Pertamina periode 2026–2031, Prof. Dr. Ir. Ichsan Setya Putra, mendorong perubahan orientasi riset agar tidak berhenti pada capaian akademik berupa publikasi, tetapi dapat menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat nyata.
Menurut Ichsan, posisi UPER yang berada dalam ekosistem industri energi memberikan peluang besar untuk mempertemukan kegiatan akademik dengan kebutuhan dunia usaha. Karena itu, pendekatan research for value creation menjadi salah satu arah pengembangan riset di lingkungan universitas.
“Publikasi tetap menjadi bagian penting, tetapi hasil penelitian perlu dioptimalkan melalui adopsi riset, hilirisasi inovasi, dan kolaborasi global agar memberikan dampak nyata bagi industri dan ketahanan energi nasional,” ujar Ichsan dalam keterangan yang disampaikan pada momentum pelantikan Rektor Universitas Pertamina periode 2026–2031, 31 Juli 2026.
Ia menilai perguruan tinggi memiliki posisi penting dalam proses transformasi sektor energi karena perubahan sistem energi tidak hanya membutuhkan kebijakan dan investasi, tetapi juga dukungan teknologi, inovasi, serta sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan masa depan.
“Transisi energi bukan hanya persoalan perubahan sumber energi, tetapi juga membutuhkan penguasaan teknologi, inovasi, dan sumber daya manusia. Di sinilah perguruan tinggi dapat mengambil peran melalui pendidikan dan riset yang mampu menghasilkan solusi bagi kebutuhan energi masa depan,” jelasnya.
Komitmen tersebut didukung oleh kapasitas riset yang telah dibangun UPER. Hingga 2025, universitas tersebut mencatat lebih dari 1.200 penelitian, 2.500 publikasi ilmiah, serta lebih dari 370 paten dan hak cipta. UPER juga disebut telah menjalin kerja sama dengan lebih dari 90 mitra di sektor energi maupun mitra internasional.
Jejaring tersebut akan terus dimanfaatkan untuk memperkuat kolaborasi riset sekaligus membuka peluang pemanfaatan hasil penelitian agar dapat diterapkan secara lebih luas.
Dalam lima tahun mendatang, salah satu agenda yang disiapkan UPER adalah pengembangan Energy Innovation Hub. Fasilitas atau ekosistem ini diarahkan menjadi ruang kolaborasi antara dosen, mahasiswa, pelaku industri, serta mitra penelitian dari dalam dan luar negeri.
Melalui ekosistem tersebut, hasil penelitian yang dinilai memiliki potensi akan dipetakan ke dalam pipeline hilirisasi, sehingga memiliki jalur pengembangan yang lebih jelas dari tahap penelitian menuju implementasi dan komersialisasi.
“Hilirisasi membutuhkan kolaborasi yang kuat antara perguruan tinggi dan industri. Kami ingin kolaborasi tersebut bergerak lebih jauh menuju co-creation, sehingga persoalan nyata industri dapat menjadi bagian dari agenda riset dan hasil penelitian yang potensial memiliki jalur yang lebih jelas menuju implementasi dan komersialisasi,” kata Ichsan.
Selain penguatan hubungan dengan industri, UPER juga mengembangkan agenda riset yang berkaitan dengan pembangunan berkelanjutan melalui Sustainability Center. Fokus tersebut mencakup kajian dan kolaborasi yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), termasuk isu energi dan transisi menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan.
UPER selanjutnya akan memperluas penelitian bersama industri dan kemitraan internasional, sekaligus mengidentifikasi hasil penelitian yang memiliki peluang untuk dikembangkan dan dimanfaatkan.
Melalui strategi tersebut, universitas tidak hanya menargetkan peningkatan produktivitas penelitian, tetapi juga berupaya membangun ekosistem yang mampu menghubungkan pendidikan, riset, industri, dan inovasi.
Dengan fokus pada energi dan keberlanjutan, UPER berharap dapat turut menyiapkan talenta yang kreatif, adaptif, dan berintegritas sekaligus menghasilkan inovasi yang mendukung transformasi sektor energi dan penguatan ketahanan energi Indonesia.
(Sumber: Keterangan Universitas Pertamina mengenai arah pengembangan riset dan pelantikan Rektor Universitas Pertamina periode 2026–2031, 31 Juli 2026. Untuk data 18 proyek prioritas hilirisasi dan nilai investasi Rp618,13 triliun, dirujuk dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Reporter : Christin)