MisindoGlobalNews, Bandung, 14 Agustus 2026 - Persatuan Insinyur Indonesia (PII) bersama sejumlah institusi terkait akan menggelar seminar bertajuk “The Giant Sea Wall of Java’s Northern Coast: Advancing Coastal Resilience and National Economic” pada Sabtu, 29 Agustus 2026.
Seminar yang mengangkat isu pembangunan tanggul laut raksasa di kawasan Pantai Utara Jawa tersebut akan berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 15.00 WIB di Auditorium Pusat Pembelajaran Arntz-Geise (PPAG), Universitas Katolik Parahyangan (Unpar).
Kegiatan ini menjadi forum untuk membahas ketahanan wilayah pesisir Pantai Utara Jawa sekaligus melihat keterkaitan pembangunan infrastruktur pantai dengan penguatan perekonomian nasional.
Berdasarkan informasi dalam flyer kegiatan, seminar menghadirkan sejumlah tokoh dari bidang pemerintahan, infrastruktur, teknik sipil, pengelolaan kawasan pantai, hingga perencanaan pembangunan.
Agus Harimurti Yudhoyono, selaku Coordinating Minister for Infrastructure and Regional Development, dijadwalkan memberikan sambutan pembukaan. Sementara sambutan penyelenggara akan disampaikan Dr. Eng. Ir. Ilham Akbar Habibie, President of The Institution of Engineers Indonesia (PII).
Selain itu, Ir. Habibie Razak, Chairman of Civil Engineering College, The Institution of Engineers Indonesia (BKS PII), juga dijadwalkan memberikan opening remarks. Sementara Prof. Ir. Tri Basuki Joewono, Ph.D., Rektor Universitas Katolik Parahyangan, turut memberikan sambutan pembukaan.
Adapun sesi utama atau keynote session akan menghadirkan Dr. Ir. Didit Herdiawan, Head of Java Pantura Management Authority Agency (BOPPJ).
Untuk seminar session, Dr. Ir. Antonius Rainier Haryanto, Deputy Secretary for Water and Environment - BKS PII, akan bertindak sebagai moderator.
Tiga pembicara yang dijadwalkan mengisi sesi seminar adalah Sawarendro, Coastal Management Expert; Novie Andriani, Director for Innovative and Strategic Financing at the Ministry of National Development Planning; serta Lydia Lim Sin Hwei, Coastal Resilience and Sustainability Lead at Surbana Jurong.
Melalui forum tersebut, para peserta diharapkan memperoleh perspektif yang lebih luas mengenai tantangan kawasan pesisir Pantai Utara Jawa, khususnya berkaitan dengan pengelolaan kawasan pantai, pembangunan infrastruktur, pembiayaan strategis, ketahanan pesisir, serta keberlanjutan pembangunan.
Tema Giant Sea Wall sendiri menjadi isu penting dalam upaya menghadapi berbagai tantangan kawasan Pantura, terutama perlindungan wilayah pesisir dan pengembangan infrastruktur yang dapat mendukung aktivitas ekonomi. Karena itu, seminar ini mempertemukan perspektif pemerintah, akademisi, insinyur, praktisi pengelolaan pantai, serta perencana pembangunan.
Dalam flyer kegiatan, penyelenggara juga membuka pendaftaran bagi masyarakat yang ingin mengikuti seminar. Mahasiswa mendapatkan fasilitas registrasi gratis, sementara peserta umum dikenakan biaya Rp100.000. Peserta juga memperoleh sertifikat.
Pendaftaran dilakukan melalui pemindaian QR Code yang tercantum dalam materi publikasi kegiatan. Untuk informasi lebih lanjut, panitia menyediakan kontak Tari: 085718779249 dan Adi: 0895332870288.
Seminar ini turut didukung sejumlah sponsor, di antaranya Solmax, Nindya, Jaya Konstruksi, serta beberapa perusahaan dan institusi lainnya yang tercantum dalam materi publikasi.
Dengan menghadirkan pembicara dari berbagai latar belakang, seminar “The Giant Sea Wall of Java’s Northern Coast” diharapkan menjadi pembangunan kawasan pesisir dapat dilakukan secara lebih tangguh, berkelanjutan, sekaligus memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Sumber: Flyer resmi kegiatan “The Giant Sea Wall of Java’s Northern Coast: Advancing Coastal Resilience and National Economic”, Persatuan Insinyur Indonesia (PII), SPIL, Universitas Katolik Parahyangan dan BOPPJ.