*DOA YANG DIJAWAB TEPAT WAKTU*

label

Mari bergabung bersama kami para jurnalis/wartawan untuk dapat mengembangkan skill dan pengalaman dalam menulis, silahkan hubungi team kami atau redaksi kami | Mari bergabung bersama kami para jurnalis/wartawan untuk dapat mengembangkan skill dan pengalaman dalam menulis, silahkan hubungi team kami atau redaksi kami | Mari bergabung bersama kami para jurnalis/wartawan untuk dapat mengembangkan skill dan pengalaman dalam menulis, silahkan hubungi team kami atau redaksi kami |
Mari bergabung bersama kami para jurnalis/wartawan untuk dapat mengembangkan skill dan pengalaman dalam menulis, silahkan hubungi team kami atau redaksi kami | Mari bergabung bersama kami para jurnalis/wartawan untuk dapat mengembangkan skill dan pengalaman dalam menulis, silahkan hubungi team kami atau redaksi kami | Mari bergabung bersama kami para jurnalis/wartawan untuk dapat mengembangkan skill dan pengalaman dalam menulis, silahkan hubungi team kami atau redaksi kami |

iklan

iklan

*DOA YANG DIJAWAB TEPAT WAKTU*

Senin

(Kesaksian pribadi ibu LN, editor : rt / rgy)

MisindoGlobalNews, 28 Juli 2026 - Nama saya LN, usia 74 tahun. Saya berasal dari Temanggung, tetapi sekarang tinggal bersama anak bungsu saya, seorang putri, di Magelang. Tuhan mengaruniakan kepada kami tiga orang anak—dua putra dan satu putri—serta sembilan orang cucu yang menjadi sukacita dan penghiburan dalam kehidupan saya.

Sejak suami saya berpulang karena sakit, saya belajar menjalani hari-hari seorang diri. Di usia yang tidak lagi muda, saya juga harus rutin mengontrol tekanan darah tinggi melalui program pelayanan lansia BPJS. Setiap bulan saya datang ke Rumah Sakit Harapan Magelang untuk menjalani pemeriksaan sekaligus mengambil obat.

Suatu hari, seperti biasa saya datang untuk kontrol. Setelah menunggu cukup lama, nama saya belum juga dipanggil. Akhirnya saya memberanikan diri bertanya kepada petugas.

"Maaf, kok saya belum dipanggil juga?"

Petugas menjawab, "Internet BPJS sedang mengalami gangguan di seluruh Indonesia, Bu. Mohon ditunggu dulu."

Saya kembali ke bangku ruang tunggu. Saat itu hati saya mulai cemas. Saya membayangkan bagaimana jika hari itu saya harus pulang tanpa diperiksa dan tanpa mendapatkan obat.

Di tengah penantian itu, saya hanya mampu berdoa dengan sederhana,

"Tuhan, tolong saya. Jangan sampai hari ini saya pulang tanpa hasil apa-apa."

Sekitar sepuluh hingga lima belas menit kemudian, sesuatu yang tidak saya sangka terjadi. Nama saya dipanggil.

Petugas berkata,

"Silakan masuk, Bu. Internetnya baru saja tersambung."

Saya pun diperiksa oleh dokter dan menerima resep obat. Namun ketika menuju bagian farmasi untuk mengambil obat, jaringan internet kembali mengalami gangguan sehingga obat belum dapat diberikan hari itu.

Keesokan harinya saya datang lagi ke rumah sakit untuk mengambil obat. Karena masih penasaran, saya bertanya kepada petugas,

"Kemarin setelah saya diperiksa, internetnya normal lagi jam berapa?"

Petugas menjawab,

"Baru hari ini internetnya kembali normal, Bu. Kemarin pasien-pasien setelah Ibu terpaksa pulang dan datang lagi hari ini."

Mendengar jawaban itu, hati saya dipenuhi rasa syukur. Saya merasa Tuhan telah menjawab doa saya tepat pada waktunya. Di tengah gangguan yang dialami begitu banyak orang, saya tetap dapat diperiksa sehingga tidak perlu pulang dengan tangan kosong.

Mungkin bagi sebagian orang, peristiwa itu hanyalah sebuah kebetulan. Namun bagi saya, itulah cara Tuhan menguatkan keyakinan saya. Pengalaman sederhana ini kembali mengingatkan bahwa Tuhan peduli terhadap setiap pergumulan kita, sekecil apa pun itu.

Peristiwa tersebut semakin meneguhkan keyakinan saya bahwa tidak ada persoalan yang terlalu kecil untuk dibawa dalam doa. Apa yang bagi manusia tampak sepele, tetap berada dalam perhatian Tuhan. Ia mengetahui setiap kebutuhan kita dan sanggup membuka jalan pada waktu yang paling tepat.

Pengalaman ini mengajarkan saya untuk semakin percaya bahwa Tuhan dapat bekerja melalui cara-cara yang sederhana dan sering kali tidak kita duga. Karena itu, jangan pernah ragu membawa setiap pergumulan kepada-Nya. Tidak ada doa yang terlalu kecil untuk didengar, dan tidak ada kebutuhan kita yang luput dari perhatian-Nya.


Berita Terdahulu


Berita Populer