Gempa Berkuatan 8,8 SR di Kamchatka Rusia, Memicu Gelombang Tsunami - Paksa Ribuan Warga Mengungsi

label

Mari bergabung bersama kami para jurnalis/wartawan untuk dapat mengembangkan skill dan pengalaman dalam menulis, silahkan hubungi team kami atau redaksi kami | Mari bergabung bersama kami para jurnalis/wartawan untuk dapat mengembangkan skill dan pengalaman dalam menulis, silahkan hubungi team kami atau redaksi kami | Mari bergabung bersama kami para jurnalis/wartawan untuk dapat mengembangkan skill dan pengalaman dalam menulis, silahkan hubungi team kami atau redaksi kami |
Mari bergabung bersama kami para jurnalis/wartawan untuk dapat mengembangkan skill dan pengalaman dalam menulis, silahkan hubungi team kami atau redaksi kami | Mari bergabung bersama kami para jurnalis/wartawan untuk dapat mengembangkan skill dan pengalaman dalam menulis, silahkan hubungi team kami atau redaksi kami | Mari bergabung bersama kami para jurnalis/wartawan untuk dapat mengembangkan skill dan pengalaman dalam menulis, silahkan hubungi team kami atau redaksi kami |

iklan

iklan

Gempa Berkuatan 8,8 SR di Kamchatka Rusia, Memicu Gelombang Tsunami - Paksa Ribuan Warga Mengungsi

Selasa

Foto: Ilustrasi pixabay.com/Tumisu

MISINDO GLOBAL NEWS, KAMCHATKA, RUSIA – Rabu, 30 Juli 2025, pukul 11.24 Waktu setempat gempa bumi dahsyat berkekuatan M 8,8 mengguncang lepas pantai Semenanjung Kamchatka, Rusia Timur. Gempa yang berpusat di kedalaman dangkal sekitar 19 km ini memicu gelombang tsunami setinggi 3–4 meter, memaksa ribuan warga dievakuasi ke dataran tinggi.

Menurut laporan Reuters, sirene peringatan tsunami dibunyikan di beberapa kota pesisir termasuk Petropavlovsk-Kamchatsky. "Kami langsung mengaktifkan evakuasi massal. Semua warga diminta meninggalkan rumah mereka," ujar Gubernur Kamchatka, Vladimir Solodov, seperti dikutip dari The Guardian (30/7/2025).

Sejumlah infrastruktur rusak akibat guncangan gempa dan terjangan gelombang, termasuk sebuah taman kanak-kanak dan beberapa pelabuhan di Pulau Kuril. Meski demikian, hingga berita ini diturunkan belum ada laporan korban jiwa. Beberapa orang dilaporkan mengalami luka ringan saat proses evakuasi (Reuters, 30/7/2025).

Dampak Meluas ke Negara Pasifik.
Pusat Peringatan Tsunami Pasifik (PTWC) mencatat gelombang tsunami juga terdeteksi di kawasan Pasifik lainnya. Jepang melaporkan gelombang setinggi 30–100 cm menghantam pantai Hokkaido. Otoritas Jepang segera memerintahkan evakuasi untuk wilayah pesisir seperti Fukushima dan Miyagi (HuffPost, 30/7/2025).

Hawaii, Alaska, dan pesisir barat Amerika Serikat sempat berada dalam status peringatan tsunami. Masyarakat di wilayah tersebut diminta menjauh dari garis pantai hingga peringatan dicabut (AP News, 30/7/2025). Negara Pasifik lain seperti Guam, Filipina, Papua Nugini, dan bahkan sebagian Amerika Selatan juga mendapat advis gelombang tsunami kecil dengan ketinggian 0,3–1 meter (The Guardian, 30/7/2025).

Sejarah dan Analisis.
Gempa ini disebut para seismolog sebagai yang terkuat di kawasan Kamchatka dalam beberapa dekade terakhir. Sebagai perbandingan, gempa besar tahun 1952 di wilayah yang sama menewaskan ribuan orang di Severo-Kurilsk dengan tsunami mencapai ketinggian 18 meter (Wikipedia, 1952 Severo-Kurilsk Earthquake).

Wilayah Kamchatka berada di Ring of Fire, zona pertemuan Lempeng Pasifik dan Okhotsk yang rawan gempa tektonik besar. Para ahli menilai mitigasi yang cepat berhasil mencegah korban jiwa besar dalam peristiwa ini (ABC Australia, 30/7/2025).

Saran Keamanan.
Pemerintah Rusia dan otoritas internasional mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap gempa susulan dan tidak kembali ke rumah sebelum ada pengumuman resmi bahwa kawasan aman. "Jangan pernah menyepelekan tsunami. Meski gelombang pertama terlihat kecil, gelombang berikutnya bisa jauh lebih besar," ujar pejabat PTWC (Reuters, 30/7/2025). (Bung Johan). 


Berita Terdahulu


Berita Populer