MisindoGlobalNews 2 Oktober 2027 - Belakangan ini kita kembali melihat bahwa tidak ada kursi jabatan yang benar-benar menjadi milik seseorang untuk selamanya.
Pada 1 Oktober 2026, sejumlah posisi penting pemerintahan mengalami pergantian. Presiden Prabowo Subianto melantik sejumlah menteri dan wakil menteri, sementara di tubuh Polri terjadi pergantian pucuk pimpinan. Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menyerahkan tongkat komando Kapolri kepada Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto.
Pergantian seperti itu mengingatkan kita pada sebuah kenyataan sederhana: setiap jabatan memiliki waktunya.
Ada masa ketika seseorang menerima kepercayaan. Ada masa ketika ia menjalankan tanggung jawab. Dan ada waktunya ketika tanggung jawab itu harus diserahkan kepada orang lain.
Namun, manusia terkadang terlalu nyaman dengan sebuah kursi. Setelah lama mendudukinya, muncul perasaan seolah-olah kursi itu adalah miliknya. Padahal, jabatan hanyalah tempat seseorang menjalankan amanah dan tanggung jawab untuk sementara.
Hari ini kita melihat seseorang berada di posisi teratas. Besok, orang lain mungkin duduk di kursi yang sama.
Begitu pula dalam pekerjaan, organisasi, pelayanan, bahkan keluarga. Kita mungkin pernah menjadi orang yang paling menentukan. Pernah didengar, dicari, dan dibutuhkan. Tetapi akan tiba waktunya ketika peran itu berpindah kepada generasi berikutnya.
Karena itu, pertanyaan terpenting bukanlah berapa lama kita bisa mempertahankan kursi, melainkan apa yang kita lakukan selama dipercaya mendudukinya.
Jabatan boleh berganti. Kekuasaan boleh berpindah. Nama yang tertulis di pintu ruangan bisa berubah. Tetapi jejak dari apa yang pernah kita lakukan akan tetap tinggal dalam ingatan orang-orang yang pernah kita layani.
Maka, jangan terlalu sibuk mempertahankan kursi sampai lupa menjalankan tanggung jawab.
Gunakan kesempatan ketika dipercaya untuk bekerja dengan sungguh-sungguh. Perlakukan orang dengan baik. Jangan merendahkan mereka yang berada di bawah kita, sebab posisi selalu bisa berubah. Jangan pula terlalu membanggakan kedudukan, sebab tidak ada jabatan yang dapat dibawa sampai akhir kehidupan.
Pada akhirnya, kursi tidak bisa dibawa pulang. Jabatan tidak ikut kita ketika kehidupan berakhir.
Yang tertinggal adalah apa yang pernah kita kerjakan, bagaimana kita memperlakukan orang lain, dan jejak seperti apa yang kita tinggalkan.
Karena itu, ketika masih dipercaya, lakukan yang terbaik. Ketika waktunya tiba untuk menyerahkan, belajarlah melepaskan.
Sebab jabatan memiliki batas waktu, tetapi kebaikan yang kita tinggalkan dapat hidup jauh lebih lama daripada jabatan itu sendiri.
(rt / rgy)