MASA LALU BUKAN TUJUAN

label

Mari bergabung bersama kami para jurnalis/wartawan untuk dapat mengembangkan skill dan pengalaman dalam menulis, silahkan hubungi team kami atau redaksi kami | Mari bergabung bersama kami para jurnalis/wartawan untuk dapat mengembangkan skill dan pengalaman dalam menulis, silahkan hubungi team kami atau redaksi kami | Mari bergabung bersama kami para jurnalis/wartawan untuk dapat mengembangkan skill dan pengalaman dalam menulis, silahkan hubungi team kami atau redaksi kami |
Mari bergabung bersama kami para jurnalis/wartawan untuk dapat mengembangkan skill dan pengalaman dalam menulis, silahkan hubungi team kami atau redaksi kami | Mari bergabung bersama kami para jurnalis/wartawan untuk dapat mengembangkan skill dan pengalaman dalam menulis, silahkan hubungi team kami atau redaksi kami | Mari bergabung bersama kami para jurnalis/wartawan untuk dapat mengembangkan skill dan pengalaman dalam menulis, silahkan hubungi team kami atau redaksi kami |

iklan

iklan

MASA LALU BUKAN TUJUAN

Sabtu


Ada masa lalu yang tidak mudah kita tinggalkan. Pengkhianatan, kegagalan, kehilangan, kesalahan, atau perlakuan buruk dari orang lain bisa meninggalkan bekas yang begitu dalam. Kita memang terus menjalani hari, tetapi hati masih sering kembali ke tempat yang sama.

Ada orang yang pernah disakiti begitu dalam, sampai luka itu tanpa sadar menjadi cara ia memandang kehidupan. Ia sulit percaya, mudah curiga, takut berharap, bahkan terkadang memperlakukan orang lain berdasarkan pengalaman buruk yang pernah dialaminya.

Padahal, masa lalu memang tidak bisa diubah, tetapi masa depan tidak harus menjadi pengulangan dari masa lalu.

Kita tidak harus mengatakan bahwa apa yang terjadi dahulu itu benar. Kita juga tidak perlu berpura-pura bahwa kita tidak pernah terluka. Namun, ada saatnya kita menyadari bahwa terus membawa luka lama hanya akan membuat kita tetap tinggal di tempat yang sebenarnya sudah kita tinggalkan.

Inilah yang sering menjadi pergumulan kita. Kita ingin maju, tetapi masih membawa kemarin ke dalam hari ini. Kita ingin memiliki hidup yang baru, tetapi terus memberikan tempat kepada luka lama untuk menentukan cara kita berpikir, merasa, bahkan memperlakukan orang lain.

Masa lalu seharusnya menjadi pelajaran, bukan penjara.

Kita boleh mengingatnya sebagai bagian dari perjalanan, tetapi jangan menjadikannya tempat tinggal. Kegagalan boleh mengajarkan kita menjadi lebih bijaksana. Kehilangan boleh membuat kita lebih menghargai kehidupan. Pengkhianatan boleh mengajarkan kita tentang batas dan kepercayaan. Kesalahan boleh membuat kita bertumbuh menjadi pribadi yang lebih matang.

Mungkin ada hal yang tidak dapat kita ubah dari masa lalu. Tetapi hari ini kita masih dapat memilih bagaimana menjalani hari esok.

Kita dapat memilih mengampuni tanpa harus melupakan pelajaran. Kita dapat berhenti membalas tanpa berarti membenarkan kesalahan orang lain. Kita dapat berdamai dengan apa yang sudah terjadi, lalu menggunakan pengalaman pahit itu untuk menjadi lebih kuat dan bahkan menguatkan orang lain.

Masa lalu adalah bagian dari cerita kita, tetapi bukan akhir cerita kita.

Jangan terus berjalan sambil menatap ke belakang. Masih ada hari-hari yang belum dijalani, kesempatan yang belum datang, dan hal-hal baik yang mungkin belum kita lihat.

Masa lalu boleh menjadi bagian dari perjalanan, tetapi jangan biarkan ia menentukan tujuan.

(rt / rgy)


Berita Terdahulu


Berita Populer