*Bukan Karena Fasilitas, Dra. Cicah Raih Penghargaan Kepala Sekolah Inspiratif 2026*

label

Mari bergabung bersama kami para jurnalis/wartawan untuk dapat mengembangkan skill dan pengalaman dalam menulis, silahkan hubungi team kami atau redaksi kami | Mari bergabung bersama kami para jurnalis/wartawan untuk dapat mengembangkan skill dan pengalaman dalam menulis, silahkan hubungi team kami atau redaksi kami | Mari bergabung bersama kami para jurnalis/wartawan untuk dapat mengembangkan skill dan pengalaman dalam menulis, silahkan hubungi team kami atau redaksi kami |
Mari bergabung bersama kami para jurnalis/wartawan untuk dapat mengembangkan skill dan pengalaman dalam menulis, silahkan hubungi team kami atau redaksi kami | Mari bergabung bersama kami para jurnalis/wartawan untuk dapat mengembangkan skill dan pengalaman dalam menulis, silahkan hubungi team kami atau redaksi kami | Mari bergabung bersama kami para jurnalis/wartawan untuk dapat mengembangkan skill dan pengalaman dalam menulis, silahkan hubungi team kami atau redaksi kami |

iklan

iklan

*Bukan Karena Fasilitas, Dra. Cicah Raih Penghargaan Kepala Sekolah Inspiratif 2026*

Jumat


MisindoGlobalNews, BANDUNG, 4 September 2026 – Tidak banyak fasilitas yang bisa dibanggakan SMK Kimia Permentasi Kota Bandung. Bahkan, sejak sekitar tiga tahun terakhir sekolah tersebut tidak lagi menerima bantuan BPMU dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat maupun RMP dari Pemerintah Kota Bandung.
Namun, keterbatasan itu tidak membuat sekolah berhenti berjalan. Kegiatan pendidikan tetap dilaksanakan, honor guru tetap dibayarkan tanpa tunggakan, kunjungan industri siswa tetap berlangsung, dan perhatian terhadap kesejahteraan guru tetap diupayakan.

Kondisi tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang Dra. Cicah yang telah memimpin SMK Kimia Permentasi sejak tahun 2000. Atas dedikasi dan konsistensinya, Dra. Cicah menerima Penghargaan Kepala Sekolah Inspiratif Tahun 2026 dari Forum Wartawan Pendidikan Jawa Barat.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara sederhana di Ruang Serba Guna SMK Kimia Permentasi Bandung, Jumat (4/9/2026), mulai pukul 08.30 hingga 10.30 WIB.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Yayasan SMK Kimia Permentasi Cahyadi, S.E., sejumlah wartawan, perwakilan guru dan siswa. Di antaranya Kang Gustin dari Bandung TV, Kang Doni dari TVRI, serta Ahmad dari Majalah Sora.
Menurut keterangan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, penghargaan kepada Dra. Cicah bukan keputusan yang muncul secara tiba-tiba. Sejumlah wartawan telah melakukan pemantauan terhadap perjalanan SMK Kimia Permentasi dan melihat konsistensi sekolah dalam mengelola pendidikan, termasuk dalam memberikan kesempatan belajar bagi siswa dari kalangan kurang mampu.

SMK Kimia Permentasi juga memiliki catatan prestasi sebelumnya. Sekolah tersebut pernah memperoleh penghargaan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan terkait kejujuran dalam pelaksanaan Ujian Nasional. Selain itu, sekolah juga pernah mendapat apresiasi dari Firo, Kepala KCD Wilayah VII, sebagai sekolah yang mengelola siswa dari kalangan dhuafa dalam jumlah besar di wilayah tersebut.
Bagi Dra. Cicah sendiri, penghargaan tersebut justru membuatnya merasa sungkan disebut sebagai kepala sekolah inspiratif.

“Saya mah sangat sederhana. Saya ingin mengantarkan anak-anak dari keluarga dhuafa, fakir dan miskin sampai lulus. Minimal mereka bisa mencari nafkah untuk dirinya sendiri, bahkan kalau bisa menjadi tulang punggung keluarga. Pokoknya menjadi alumni yang baik,” ungkapnya.
Ia menilai masih banyak kepala sekolah lain yang memiliki prestasi dan dedikasi luar biasa. Karena itu, dirinya kurang nyaman apabila penghargaan tersebut diposisikan sebagai ukuran bahwa dirinya lebih baik daripada kepala sekolah lainnya.

Dalam menjalankan sekolah, Dra. Cicah juga memilih untuk tidak banyak mengeluh terhadap berbagai perubahan kebijakan, termasuk sistem penerimaan murid baru.

“Kami tidak pernah mengeluh dengan sistem penerimaan murid baru. Kami ikuti saja. Yang penting ikhtiar dan usaha semaksimal mungkin. Nanti hasilnya, setiap lembaga mungkin punya rezekinya masing-masing,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa SMK Kimia Permentasi tidak ingin membangun persaingan antarsekolah yang diwarnai saling iri atau menjelekkan. Sekolah memilih menjalankan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) secara profesional dengan membangun komunikasi bersama tokoh masyarakat, alumni, orang tua siswa, dan orang tua alumni.

Keterbatasan bantuan pemerintah memang berdampak terhadap kemampuan sekolah mengembangkan infrastruktur. Namun, kondisi tersebut tidak menghentikan kegiatan utama sekolah.

“Yang terasa mungkin kami tidak bisa meningkatkan kualitas infrastruktur. Infrastruktur kami memang masih minim. Tetapi pengecatan dan perbaikan-perbaikan ringan tetap dilakukan,” ujarnya.

Di tengah keterbatasan itu, kesejahteraan guru tetap menjadi perhatian. Honor guru, menurut Dra. Cicah, tidak pernah ditunggak. Kegiatan kebersamaan guru juga tetap diupayakan, termasuk rekreasi minimal satu kali dalam setahun.

Bahkan, kunjungan industri bagi siswa tetap dilaksanakan meskipun kondisi ekonomi tidak selalu mendukung.

Sikap terbuka juga menjadi bagian dari kepemimpinannya. Ketika wartawan datang ke sekolah, ia memilih menerima dan melayani mereka secara langsung.

“Kalau ada wartawan datang, kepala sekolahnya tidak pernah ngumpet. Saya hadapi. Kami persilakan masuk, kami hormati tamu. Kalau ada pertanyaan, kami jawab sesuai apa adanya,” tuturnya.

Menurutnya, tidak banyak manfaat yang diperoleh dengan terus membicarakan kesulitan tanpa mencari jalan keluar. Karena itu, ia memilih tetap bekerja dan menjalankan sekolah sesuai kemampuan.

Ia berharap pemerintah ke depan dapat kembali memberikan bantuan, terutama untuk mendukung pembangunan dan peningkatan infrastruktur sekolah.

Sementara itu, Ketua Yayasan SMK Kimia Permentasi Cahyadi, S.E., menyampaikan terima kasih kepada seluruh pengelola dan warga sekolah yang selama ini telah bekerja bersama mempertahankan keberlangsungan pendidikan di SMK Kimia Permentasi.

Cahyadi juga mengapresiasi pengelolaan keuangan sekolah yang dilakukan secara transparan, baik kepada yayasan maupun warga sekolah.

“Banyak yang kami pelajari dari cara pengelolaan keuangan yang transparan, baik kepada yayasan maupun kepada warga sekolah,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih terhadap kondisi infrastruktur SMK Kimia Permentasi. Cahyadi juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh warga sekolah karena yayasan belum mampu memberikan kesejahteraan secara maksimal.

Penghargaan Kepala Sekolah Inspiratif 2026 akhirnya bukan sekadar tentang piagam yang diterima Dra. Cicah. Di balik penghargaan tersebut terdapat perjalanan panjang selama lebih dari dua dekade, dengan segala keterbatasan yang dihadapi sekolah.

Dan bagi Dra. Cicah, ukuran keberhasilan seorang kepala sekolah tampaknya bukanlah seberapa megah sekolah yang dipimpinnya, melainkan seberapa banyak anak yang berhasil diantarkan sampai lulus, mampu mencari nafkah, menjadi mandiri, dan kelak menjadi alumni yang baik.

(rt / rgy)


Berita Terdahulu


Berita Populer