Dari Pemilah Limbah ke Kursi Kepala Desa, Surya Menang Tipis di Mekarwangi

label

Mari bergabung bersama kami para jurnalis/wartawan untuk dapat mengembangkan skill dan pengalaman dalam menulis, silahkan hubungi team kami atau redaksi kami | Mari bergabung bersama kami para jurnalis/wartawan untuk dapat mengembangkan skill dan pengalaman dalam menulis, silahkan hubungi team kami atau redaksi kami | Mari bergabung bersama kami para jurnalis/wartawan untuk dapat mengembangkan skill dan pengalaman dalam menulis, silahkan hubungi team kami atau redaksi kami |
Mari bergabung bersama kami para jurnalis/wartawan untuk dapat mengembangkan skill dan pengalaman dalam menulis, silahkan hubungi team kami atau redaksi kami | Mari bergabung bersama kami para jurnalis/wartawan untuk dapat mengembangkan skill dan pengalaman dalam menulis, silahkan hubungi team kami atau redaksi kami | Mari bergabung bersama kami para jurnalis/wartawan untuk dapat mengembangkan skill dan pengalaman dalam menulis, silahkan hubungi team kami atau redaksi kami |

iklan

iklan

Dari Pemilah Limbah ke Kursi Kepala Desa, Surya Menang Tipis di Mekarwangi

Rabu


MisindoGlobalNews, Bekasi, 1 Oktober 2026 — Perjalanan Surya menuju kursi Kepala Desa Mekarwangi, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, menjadi perhatian setelah ia berhasil memenangkan pemilihan kepala desa meski sehari-hari bekerja sebagai pemilah limbah pabrik.

Surya, 46 tahun, tinggal di Kampung Rawa Banteng Kaum, Desa Mekarwangi. Bersama sejumlah pekerja, ia memilah kardus, plastik, dan berbagai barang buangan dari perusahaan yang masih memiliki nilai ekonomis untuk dijual kembali.

Pekerjaan tersebut menjadi sumber penghasilan keluarganya. Kondisi ekonomi yang sederhana tidak menghalangi Surya untuk mencalonkan diri dalam Pilkades Mekarwangi periode 2026–2034.

Dalam pemilihan tersebut, Surya harus berhadapan dengan Subur Rustadi, calon petahana yang telah menjabat kepala desa selama dua periode. Hasil penghitungan menunjukkan persaingan yang berlangsung ketat.

Surya memperoleh 4.107 suara, sedangkan Subur Rustadi mendapatkan 4.015 suara. Dengan demikian, Surya unggul 92 suara.

Sebelum pemilihan, keputusan Surya untuk maju sempat diragukan oleh sebagian orang karena keterbatasan kondisi ekonominya. Namun, Surya mengatakan dirinya tetap optimistis. Ia juga mendapat dukungan dari keluarga, teman-teman, serta warga yang mendorongnya untuk mengikuti kontestasi tersebut.

Dalam wawancara dengan media, Surya menjelaskan bahwa salah satu cara yang dilakukannya selama masa pencalonan adalah mendatangi warga secara langsung dari rumah ke rumah. Setelah itu, terbentuk tim pendukung di tingkat RT dan dilanjutkan dengan pertemuan kampanye secara berkelompok.

Motivasi Surya mencalonkan diri bukan hanya untuk memenangkan pemilihan. Ia mengatakan ingin mengabdikan diri kepada masyarakat dan memperbaiki sejumlah persoalan di Desa Mekarwangi.

Setelah terpilih, ia menyampaikan sejumlah program, antara lain peningkatan transparansi pemerintahan desa, perbaikan infrastruktur, penanganan wilayah yang rawan banjir, serta upaya mengurangi pengangguran.

Pengalamannya mengelola limbah juga menjadi bagian dari gagasannya. Surya ingin mengembangkan pengelolaan sampah yang sekaligus dapat membuka kesempatan kerja bagi masyarakat.

Kemenangan dengan selisih 92 suara tersebut membuat kisah Surya menjadi perhatian. Dari pekerjaan sehari-hari memilah limbah pabrik, ia kini bersiap menjalankan tanggung jawab sebagai kepala desa untuk periode 2026–2034.

Surya sendiri menegaskan bahwa setelah dilantik, seluruh masyarakat Mekarwangi akan menjadi tanggung jawabnya. Ia berharap warga dapat bersatu untuk membangun desa tersebut menjadi lebih baik.

Sumber : detikNews, Radar Bekasi
(Red)


Berita Terdahulu


Berita Populer