BNN Asah Kesiapan Personel Lewat Simulasi Operasi Berisiko Tinggi, Kepala BNN Tekankan Prinsip Zero Error

label

Mari bergabung bersama kami para jurnalis/wartawan untuk dapat mengembangkan skill dan pengalaman dalam menulis, silahkan hubungi team kami atau redaksi kami | Mari bergabung bersama kami para jurnalis/wartawan untuk dapat mengembangkan skill dan pengalaman dalam menulis, silahkan hubungi team kami atau redaksi kami | Mari bergabung bersama kami para jurnalis/wartawan untuk dapat mengembangkan skill dan pengalaman dalam menulis, silahkan hubungi team kami atau redaksi kami |
Mari bergabung bersama kami para jurnalis/wartawan untuk dapat mengembangkan skill dan pengalaman dalam menulis, silahkan hubungi team kami atau redaksi kami | Mari bergabung bersama kami para jurnalis/wartawan untuk dapat mengembangkan skill dan pengalaman dalam menulis, silahkan hubungi team kami atau redaksi kami | Mari bergabung bersama kami para jurnalis/wartawan untuk dapat mengembangkan skill dan pengalaman dalam menulis, silahkan hubungi team kami atau redaksi kami |

iklan

iklan

BNN Asah Kesiapan Personel Lewat Simulasi Operasi Berisiko Tinggi, Kepala BNN Tekankan Prinsip Zero Error

Jumat

MisindoGlobalNews, DEPOK, 7 Agustus 2026 - Badan Narkotika Nasional (BNN) menutup Pelatihan Peningkatan Kemampuan Raid Planning Execution (RPE) Direktorat Penindakan dan Pengejaran (Dakjar) Deputi Bidang Pemberantasan dengan simulasi operasi taktis yang menggambarkan penanganan sindikat peredaran gelap narkotika. Kegiatan berlangsung di Lapangan Tembak Hoegeng Iman Santoso, Markas Komando Korps Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Rabu (5/8/2026).

Dalam simulasi tersebut, peserta memperagakan skenario penindakan terhadap jaringan pengedar sabu. Aksi dimulai dengan pengejaran kendaraan yang diduga membawa pelaku, dilanjutkan proses penangkapan hingga pengembangan ke sebuah gudang yang dicurigai menjadi tempat penyimpanan sekaligus pusat distribusi narkotika.

Situasi semakin menegangkan ketika para pelaku memberikan perlawanan bersenjata saat penggerebekan berlangsung. Berkat koordinasi yang matang dan tindakan yang terukur, seluruh tersangka berhasil dilumpuhkan dan diamankan bersama barang bukti tanpa mengganggu keselamatan masyarakat di sekitar lokasi.

Simulasi tersebut menjadi tahap akhir dari pelatihan intensif yang berlangsung selama tiga hari, sejak 3 Agustus 2026. Selama pelatihan, personel dibekali kemampuan menyusun rencana operasi, mengambil keputusan secara cepat, memperkuat koordinasi antartim, hingga melaksanakan penindakan sesuai prosedur dan standar keselamatan.

Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto, menegaskan bahwa kemampuan teknis harus dibarengi dengan profesionalisme, disiplin, dan kesiapan mental dalam menghadapi operasi pemberantasan narkotika yang memiliki tingkat risiko tinggi.

Ia mengingatkan seluruh personel agar selalu menerapkan prinsip zero error dalam setiap pelaksanaan operasi. Menurutnya, kesalahan sekecil apa pun dapat berakibat fatal, baik bagi petugas maupun masyarakat, sehingga latihan yang berkesinambungan menjadi kebutuhan yang tidak dapat diabaikan.

"Kita harus mengedepankan prinsip zero error dalam setiap operasi untuk mencegah jatuhnya korban jiwa, baik dari anggota kita sendiri maupun masyarakat. Teruslah berlatih, tingkatkan kemampuan teknis, fisik, dan mental karena tantangan di lapangan jauh lebih berat daripada saat latihan," tegas Suyudi.

Pada penutupan pelatihan, Kepala BNN RI juga menyerahkan penghargaan kepada tim terbaik pada kategori Raid Planning Execution dan Handling Suspect. Selain itu, penghargaan individu diberikan kepada tiga personel dengan kemampuan menembak terbaik, yakni Kompol Muhammad Nur Hamid Amaruddin, Brigadir Polisi Diah Ayuningrum, dan Ajun Inspektur Polisi Dua Ibnu Muttaqien.

Penghargaan tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh personel Direktorat Dakjar untuk terus meningkatkan kompetensi, menjaga profesionalisme, dan memperkuat kesiapan dalam menghadapi berbagai tantangan operasi pemberantasan narkotika di masa mendatang.

(Reporter : Christin)


Berita Terdahulu


Berita Populer