*Tetap Menjadi Manusia yang Mempersatukan*

label

Mari bergabung bersama kami para jurnalis/wartawan untuk dapat mengembangkan skill dan pengalaman dalam menulis, silahkan hubungi team kami atau redaksi kami | Mari bergabung bersama kami para jurnalis/wartawan untuk dapat mengembangkan skill dan pengalaman dalam menulis, silahkan hubungi team kami atau redaksi kami | Mari bergabung bersama kami para jurnalis/wartawan untuk dapat mengembangkan skill dan pengalaman dalam menulis, silahkan hubungi team kami atau redaksi kami |
Mari bergabung bersama kami para jurnalis/wartawan untuk dapat mengembangkan skill dan pengalaman dalam menulis, silahkan hubungi team kami atau redaksi kami | Mari bergabung bersama kami para jurnalis/wartawan untuk dapat mengembangkan skill dan pengalaman dalam menulis, silahkan hubungi team kami atau redaksi kami | Mari bergabung bersama kami para jurnalis/wartawan untuk dapat mengembangkan skill dan pengalaman dalam menulis, silahkan hubungi team kami atau redaksi kami |

iklan

iklan

*Tetap Menjadi Manusia yang Mempersatukan*

Rabu


Dunia hari ini semakin maju, tetapi hubungan antarmanusia justru sering terasa semakin jauh. Banyak orang mudah tersinggung, mudah menghakimi, dan sulit menerima perbedaan.

Perbedaan pendapat bisa berubah menjadi permusuhan.
Perbedaan pilihan bisa merusak persahabatan.
Bahkan di tengah keluarga dan lingkungan terdekat pun, manusia sering lebih sibuk mempertahankan ego daripada menjaga hubungan.

Semua ingin dimengerti, tetapi sedikit yang mau memahami.

Di tengah keadaan seperti itu, dunia sebenarnya sedang kekurangan orang-orang yang mau menjadi penyejuk dan pembawa damai.

Manusia sering berpikir bahwa kekuatan ada pada siapa yang paling menang, paling berpengaruh, atau paling didengar. Padahal dunia menjadi lebih baik justru karena hadirnya orang-orang yang mau mengalah, mau mendengar, mau peduli, dan mau menjaga persaudaraan.

Persatuan bukan berarti semua orang harus sama. Manusia memang berbeda dalam cara berpikir, latar belakang, kebiasaan, dan pandangan hidup. Tetapi perbedaan seharusnya tidak membuat manusia kehilangan rasa hormat dan kemanusiaannya.

Kedewasaan terlihat bukan saat seseorang hanya mampu hidup dengan orang yang sepemikiran, tetapi saat ia tetap bisa menghargai dan memperlakukan orang lain dengan baik meski berbeda.

Hari ini dunia terlalu penuh dengan pertengkaran, kebencian, dan keinginan untuk saling menjatuhkan. Karena itu, menjadi pribadi yang membawa damai adalah sesuatu yang sangat berharga.

Kadang yang dibutuhkan seseorang bukan nasihat panjang, melainkan hati yang mau mendengar. Kadang yang dibutuhkan sebuah lingkungan bukan orang yang paling pintar berbicara, tetapi orang yang mampu menjaga hubungan tetap hangat.

Hidup ini terlalu singkat untuk dihabiskan dalam kebencian dan permusuhan.

Karena itu, jadilah pribadi yang kehadirannya membawa ketenangan, bukan menambah luka. Jadilah orang yang mampu merangkul, bukan memecah. Jadilah manusia yang tetap memiliki kasih dan kepedulian di tengah dunia yang semakin keras.

Sebab mungkin di zaman seperti sekarang, salah satu hal paling langka bukan kepintaran atau kekuasaan, melainkan manusia yang tetap mau hidup dengan hati yang penuh kasih dan persaudaraan.

(rt / rgy)


Berita Terdahulu


Berita Populer