MisindoGlobalNews, 9 April 2026 - Ada seorang yang sangat berhasil dalam hidupnya.
Usahanya maju, pelayanannya berkembang, dan banyak orang melihat hidupnya sebagai bukti penyertaan Tuhan.
Setiap kali ia melangkah, semuanya seperti selalu berhasil.
Setiap masalah, selalu ada jalan keluar.
Lama-kelamaan, ia mulai merasa…
semua itu adalah hal yang wajar.
Ia tetap berdoa, tetapi tidak lagi sungguh-sungguh.
Ia tetap melayani, tetapi hatinya mulai kosong.
Ia mulai memberi ruang bagi hal-hal yang dulu ia hindari.
Namun ia tidak merasa ada yang salah.
Karena hidupnya tetap terlihat “baik-baik saja”.
Sampai suatu hari…
semuanya runtuh.
Dan saat itu ia baru sadar:
selama ini ia tidak kehilangan berkat—
ia kehilangan kepekaan akan hadirat Tuhan.
Firman Tuhan dalam Kitab Hakim-hakim 16:20 menceritakan tentang Simson yang berkata,
“Seperti yang sudah-sudah, aku akan bebas…”
tetapi ia tidak tahu bahwa YHWH telah meninggalkan dia.
Ini adalah tragedi rohani yang sangat halus—
ketika seseorang masih merasa kuat,
padahal kekuatannya sudah tidak sama.
Simson pernah dipakai luar biasa.
Kekuatan yang ia miliki bukan dari dirinya sendiri,
melainkan pemberian Tuhan.
Namun perlahan, ia mulai:
. bermain-main dengan dosa
. mengabaikan komitmennya
hidup sembarangan tanpa kewaspadaan
Karena sebelumnya ia selalu “lolos”,
ia merasa semuanya akan tetap baik.
Ternyata tidak.
Hal yang sama bisa terjadi pada kita hari ini.
. Ketika hidup berjalan lancar,
. ketika keberhasilan datang,
. ketika pelayanan terlihat berhasil—
kita bisa mulai merasa aman.
Padahal itu bisa menjadi rasa aman palsu.
Kita lupa bahwa:
. berkat bukan tanda kita bebas berbuat apa saja
. keberhasilan bukan bukti kita tidak bisa jatuh
. kelancaran bukan berarti Tuhan selalu berkenan atas semua yang kita lakukan
Yeshua tidak pernah memanggil kita hanya untuk berhasil,
tetapi untuk hidup benar dan setia.
Karena yang paling berbahaya bukan kegagalan,
melainkan keberhasilan tanpa kepekaan rohani.
Apakah kita masih peka akan suara Tuhan,
atau hanya menikmati hasil berkat-Nya?
Jangan sampai kita terbiasa diberkati,
tetapi perlahan menjauh dari Dia yang memberi berkat.
Doa singkat:
Bapa YHWH, jaga hatiku agar tetap rendah dan peka. Saat Engkau memberkati hidupku, ingatkan aku untuk tetap hidup benar di hadapan-Mu. Jangan biarkan aku terbuai oleh keberhasilan hingga kehilangan Engkau. Amin.