Iman di Bibir, atau Hidup yang Berubah?

label

Mari bergabung bersama kami para jurnalis/wartawan untuk dapat mengembangkan skill dan pengalaman dalam menulis, silahkan hubungi team kami atau redaksi kami | Mari bergabung bersama kami para jurnalis/wartawan untuk dapat mengembangkan skill dan pengalaman dalam menulis, silahkan hubungi team kami atau redaksi kami | Mari bergabung bersama kami para jurnalis/wartawan untuk dapat mengembangkan skill dan pengalaman dalam menulis, silahkan hubungi team kami atau redaksi kami |
Mari bergabung bersama kami para jurnalis/wartawan untuk dapat mengembangkan skill dan pengalaman dalam menulis, silahkan hubungi team kami atau redaksi kami | Mari bergabung bersama kami para jurnalis/wartawan untuk dapat mengembangkan skill dan pengalaman dalam menulis, silahkan hubungi team kami atau redaksi kami | Mari bergabung bersama kami para jurnalis/wartawan untuk dapat mengembangkan skill dan pengalaman dalam menulis, silahkan hubungi team kami atau redaksi kami |

iklan

iklan

Iman di Bibir, atau Hidup yang Berubah?

Senin


MisindoGlobalNews, Bandung, 7 April 2026 - Ada seorang pria yang dikenal sangat aktif di gereja. Ia tidak pernah absen ibadah, terlibat dalam berbagai pelayanan, bahkan sering menjadi panutan bagi banyak orang.

Namun di luar gereja, hidupnya berbeda.
Ia mudah marah, suka menipu dalam pekerjaan, dan menyimpan dendam bertahun-tahun kepada orang lain.

Suatu hari, anaknya yang masih kecil bertanya polos:
“Papa, Tuhan yang Papa ceritakan di gereja itu… kenapa tidak terlihat di rumah kita?”

Pertanyaan sederhana itu seperti tamparan keras.
Ia sadar—selama ini ia hanya menjalani iman sebagai rutinitas, bukan sebagai kehidupan.


Firman Tuhan dalam Injil Matius 3:8 berkata:
“Hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan.”

Melalui Yohanes Pembaptis, Tuhan menegur orang-orang yang terlihat rohani, tetapi hidupnya tidak mencerminkan perubahan. Mereka tahu firman, rajin beribadah, bahkan taat secara lahiriah—namun hati mereka jauh dari kehendak Tuhan.

Hal yang sama juga sering terjadi hari ini.

Kita bisa:
rajin ke gereja
aktif dalam pelayanan
terlihat “rohani” di depan orang lain

Namun tanpa sadar:
masih menyimpan kepahitan
hidup tidak jujur
tidak mencerminkan kasih Hamasiah


Padahal menjadi pengikut Yeshua bukan sekadar identitas,
melainkan transformasi hidup.

Pertobatan bukan hanya:

mengucapkan doa
datang ke gereja
atau sekadar “berubah sesaat”

Tetapi: 
perubahan hati yang nyata
perubahan hidup yang terlihat

Seperti pohon yang sehat pasti menghasilkan buah,
demikian juga hidup yang sungguh bertobat akan menghasilkan:
kasih
pengampunan
kejujuran
kerendahan hati


Apakah iman kita hanya terdengar di kata-kata,
atau terlihat nyata dalam kehidupan?

Karena dunia tidak hanya membutuhkan orang yang pandai berbicara tentang Tuhan,
tetapi orang yang hidupnya mencerminkan Tuhan.


Doa singkat:
Bapa YHWH, ampuni jika selama ini imanku hanya sebatas rutinitas. Ubah hatiku, bentuk hidupku, agar aku tidak hanya mengenal-Mu, tetapi sungguh mencerminkan-Mu. Biarlah hidupku menghasilkan buah yang nyata. Dalam nama Yeshua, amin.
(rt / rgy)


Berita Terdahulu


Berita Populer