BERANI MELEPASKAN, TETAP TEGUH PADA PRINSIP

label

Mari bergabung bersama kami para jurnalis/wartawan untuk dapat mengembangkan skill dan pengalaman dalam menulis, silahkan hubungi team kami atau redaksi kami | Mari bergabung bersama kami para jurnalis/wartawan untuk dapat mengembangkan skill dan pengalaman dalam menulis, silahkan hubungi team kami atau redaksi kami | Mari bergabung bersama kami para jurnalis/wartawan untuk dapat mengembangkan skill dan pengalaman dalam menulis, silahkan hubungi team kami atau redaksi kami |
Mari bergabung bersama kami para jurnalis/wartawan untuk dapat mengembangkan skill dan pengalaman dalam menulis, silahkan hubungi team kami atau redaksi kami | Mari bergabung bersama kami para jurnalis/wartawan untuk dapat mengembangkan skill dan pengalaman dalam menulis, silahkan hubungi team kami atau redaksi kami | Mari bergabung bersama kami para jurnalis/wartawan untuk dapat mengembangkan skill dan pengalaman dalam menulis, silahkan hubungi team kami atau redaksi kami |

iklan

iklan

BERANI MELEPASKAN, TETAP TEGUH PADA PRINSIP

Minggu

MisindoGlobalNews, 2 Nopember 2026 - Ada saatnya seseorang harus mengambil keputusan yang tidak mudah. Bukan karena ia tidak menghargai perjalanan hidupnya, bukan pula karena ia melupakan segala pengorbanan yang telah diberikan. Namun, ada nilai-nilai yang tidak dapat ditukar dengan kedudukan, penghargaan, ataupun kenyamanan.
Pengumuman pengunduran diri seorang pejabat kepolisian berpangkat AKBP, Dr. Netty Rosdiana Siagian, menjadi peristiwa yang mengundang perhatian masyarakat. Dalam pernyataannya, ia menekankan pentingnya mempertahankan prinsip, harga diri, dan hati nurani.
Terlepas dari persoalan yang sebenarnya melatarbelakangi keputusannya, peristiwa ini mengajak kita merenungkan satu hal penting: seberapa teguh kita mempertahankan nilai-nilai yang kita yakini ketika harus berhadapan dengan pilihan yang sulit?
Dalam kehidupan, jabatan sering kali dianggap sebagai simbol keberhasilan. Orang berusaha mendapatkannya, mempertahankannya, bahkan terkadang takut kehilangan. Padahal, jabatan hanyalah sebuah kepercayaan yang suatu saat dapat berakhir. Sebaliknya, integritas adalah nilai yang seharusnya tetap melekat dalam diri seseorang.
Kejujuran, tanggung jawab, dan konsistensi antara perkataan dengan tindakan merupakan fondasi yang menentukan kualitas seseorang. Semua itu tidak selalu terlihat dalam pencapaian atau penghargaan, tetapi tercermin dalam keputusan yang diambil, terutama ketika tidak ada orang lain yang menyaksikannya.
Keberanian mempertahankan prinsip juga tidak selalu ditunjukkan melalui perlawanan atau suara yang keras. Terkadang, keberanian justru hadir dalam keputusan yang sunyi, ketika seseorang harus melepaskan sesuatu yang berharga demi tetap setia kepada keyakinan moralnya.
Namun, mempertahankan prinsip bukan berarti merasa diri paling benar atau merendahkan orang lain. Integritas sejati harus berjalan bersama kerendahan hati, kebijaksanaan, dan kesediaan untuk menguji diri sendiri. Prinsip yang kuat bukanlah alasan untuk menutup diri dari kritik, melainkan landasan untuk tetap jujur dalam menghadapi kenyataan.
Pada akhirnya, kehidupan tidak hanya dinilai dari berapa tinggi jabatan yang pernah kita raih, tetapi juga dari nilai-nilai apa yang tetap kita pegang ketika jabatan itu tidak lagi kita miliki.
Sebab lebih baik kehilangan kedudukan daripada kehilangan integritas, dan lebih baik berjalan dengan hati nurani yang jernih daripada hidup dalam kemegahan yang mengharuskan kita mengkhianati kebenaran.
(rt / rgy)


Berita Terdahulu


Berita Populer