PEWARNA Indonesia Dorong Doa Lintas Agama dan Jurnalisme Damai untuk Perkuat Persatuan

label

Mari bergabung bersama kami para jurnalis/wartawan untuk dapat mengembangkan skill dan pengalaman dalam menulis, silahkan hubungi team kami atau redaksi kami | Mari bergabung bersama kami para jurnalis/wartawan untuk dapat mengembangkan skill dan pengalaman dalam menulis, silahkan hubungi team kami atau redaksi kami | Mari bergabung bersama kami para jurnalis/wartawan untuk dapat mengembangkan skill dan pengalaman dalam menulis, silahkan hubungi team kami atau redaksi kami |
Mari bergabung bersama kami para jurnalis/wartawan untuk dapat mengembangkan skill dan pengalaman dalam menulis, silahkan hubungi team kami atau redaksi kami | Mari bergabung bersama kami para jurnalis/wartawan untuk dapat mengembangkan skill dan pengalaman dalam menulis, silahkan hubungi team kami atau redaksi kami | Mari bergabung bersama kami para jurnalis/wartawan untuk dapat mengembangkan skill dan pengalaman dalam menulis, silahkan hubungi team kami atau redaksi kami |

iklan

iklan

PEWARNA Indonesia Dorong Doa Lintas Agama dan Jurnalisme Damai untuk Perkuat Persatuan

Selasa

MisindoGlobalNews, Jakarta, 29 Srptember 2027 - Upaya memperkuat kerukunan dan persatuan bangsa terus didorong Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (PEWARNA Indonesia). Salah satunya melalui rencana pelaksanaan doa lintas agama yang akan dirangkai dengan kegiatan budaya di tujuh provinsi.

Gagasan tersebut disampaikan dalam audiensi PEWARNA Indonesia dengan Direktur Urusan Agama Kementerian Agama RI, Luxen James Mayor, S.Sos., M.A.P., di Gedung Kementerian Agama RI, Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (28/9/2026).

Rombongan PEWARNA dipimpin Ketua Panitia Pelaksana, Dr. Antonius Nathan, S.H., Th.M. Hadir pula sejumlah pengurus PEWARNA Indonesia DKI Jakarta, di antaranya Johan Sopaheluwakan, S.Pd., C.EJ., C.BJ., CLA-D., CPC., CPL, Luther Kembaren Sembiring, Y. Suwidodo, dan Ps. Herru Widjaja.

Dalam pertemuan tersebut, PEWARNA memaparkan sejumlah program yang selama ini dijalankan, termasuk Apresiasi PEWARNA Indonesia (API). Program tersebut telah dilaksanakan lebih dari 78 kali dan diarahkan untuk memberikan perhatian kepada orang-orang yang bekerja dan mengabdi bagi masyarakat tanpa banyak mendapat sorotan.

Mereka antara lain guru di daerah terpencil, pelaut yang menjaga wilayah perairan Indonesia, masyarakat di kawasan perbatasan, hingga tokoh sejarah yang jasanya mulai terlupakan.

Menurut Antonius, pemberitaan dan penghargaan kepada mereka merupakan salah satu bentuk penghormatan terhadap pengabdian yang sering berlangsung jauh dari perhatian publik.

Selain API, PEWARNA Indonesia juga memperkenalkan rencana Doa PEWARNA Indonesia Jelajah Budaya Jawa–Bali yang dijadwalkan berlangsung secara estafet pada November 2026.

Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung di tujuh provinsi, yakni DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali.

Konsep kegiatan tidak dimaksudkan untuk menyamakan tata cara ibadah masing-masing agama. Setiap umat tetap berdoa sesuai keyakinannya, sementara tujuan yang hendak dibangun adalah kepedulian bersama terhadap keselamatan dan persatuan Indonesia.

Kegiatan doa tersebut juga akan dipadukan dengan pertunjukan budaya. PEWARNA menilai budaya dapat menjadi ruang perjumpaan masyarakat sekaligus sarana memperkenalkan kekayaan tradisi Nusantara kepada generasi muda.

Dalam audiensi itu, PEWARNA juga menyampaikan pandangannya mengenai peran media dalam menjaga suasana sosial. Organisasi wartawan tersebut menekankan pentingnya verifikasi dan pemberitaan yang tidak memperkeruh persoalan, terutama ketika masyarakat sedang menghadapi konflik atau ketegangan.

Pengalaman pendampingan persoalan di wilayah Rajeg, Tangerang, disebut sebagai salah satu contoh. PEWARNA menyatakan bahwa wartawan dapat mengambil peran sebagai jembatan komunikasi dengan masyarakat, bukan justru memperbesar persoalan melalui informasi yang belum terverifikasi.

Menanggapi paparan tersebut, Direktur Urusan Agama Kementerian Agama RI Luxen James Mayor menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif PEWARNA Indonesia.

Ia menyatakan dukungan terhadap rencana kegiatan doa lintas agama dan jelajah budaya di tujuh provinsi. Kementerian Agama juga disebut akan membantu melalui rekomendasi yang ditujukan kepada Pembimas Kristen serta pemerintah daerah di wilayah sasaran.

Selain itu, Luxen menyatakan kesediaannya untuk hadir dan memberikan sambutan pada acara puncak kegiatan tersebut.

Pertemuan juga membahas pentingnya pelestarian sejarah. PEWARNA menyampaikan pengalaman dalam merawat makam tokoh sejarah di Jepara yang sebelumnya kurang mendapat perhatian.

Melalui berbagai program tersebut, PEWARNA Indonesia menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menjalankan fungsi pemberitaan, tetapi juga ikut membuka ruang dialog dan membangun komunikasi di tengah masyarakat.

Sumber: Faktual.net, “PEWARNA Indonesia Hadir di Kemenag, Doa Lintas Agama di 7 Propinsi dan Jaga Kesatuan Bangsa”, 29 September 2026.

(Red)


Berita Terbaru Populer


Berita Terdahulu


Berita Populer