Dr. Antonius Nathan: Milad Ke-80 Menjadi Momentum Memulai Babak Baru Pengabdian

label

Mari bergabung bersama kami para jurnalis/wartawan untuk dapat mengembangkan skill dan pengalaman dalam menulis, silahkan hubungi team kami atau redaksi kami | Mari bergabung bersama kami para jurnalis/wartawan untuk dapat mengembangkan skill dan pengalaman dalam menulis, silahkan hubungi team kami atau redaksi kami | Mari bergabung bersama kami para jurnalis/wartawan untuk dapat mengembangkan skill dan pengalaman dalam menulis, silahkan hubungi team kami atau redaksi kami |
Mari bergabung bersama kami para jurnalis/wartawan untuk dapat mengembangkan skill dan pengalaman dalam menulis, silahkan hubungi team kami atau redaksi kami | Mari bergabung bersama kami para jurnalis/wartawan untuk dapat mengembangkan skill dan pengalaman dalam menulis, silahkan hubungi team kami atau redaksi kami | Mari bergabung bersama kami para jurnalis/wartawan untuk dapat mengembangkan skill dan pengalaman dalam menulis, silahkan hubungi team kami atau redaksi kami |

iklan

iklan

Dr. Antonius Nathan: Milad Ke-80 Menjadi Momentum Memulai Babak Baru Pengabdian

Minggu



INDRAMAYU – Peringatan Hari Lahir ke-80 Syaykh Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang di Ma'had Al-Zaytun, Kamis (30/7/2026), berlangsung dalam suasana penuh rasa syukur dan kebersamaan. Momentum tersebut tidak hanya menjadi perayaan pertambahan usia, tetapi juga ajang refleksi mengenai semangat melanjutkan karya demi kemajuan bangsa.

Mengusung tema "Menyukuri Pencapaian dan Terus Melangkah Menuju Kemajuan", acara dihadiri keluarga besar Al-Zaytun, para santri, tenaga pendidik, wali santri, serta sejumlah tokoh dari berbagai kalangan, termasuk unsur pemerintahan, militer, akademisi, dan pemuka agama.

Salah satu sambutan yang menarik perhatian disampaikan oleh Dr. Antonius Nathan, M.Th., yang hadir mewakili Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia (PGLII) sekaligus Ketua Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (PEWARNA Indonesia).

Mengawali penyampaiannya dengan salam lintas agama, Dr. Antonius menegaskan bahwa keberagaman merupakan kekuatan bangsa yang harus terus dipelihara. Menurutnya, perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang untuk saling menghormati, membangun persahabatan, serta bersama-sama berkontribusi bagi Indonesia.

Atas nama PGLII dan PEWARNA Indonesia, ia mengucapkan selamat ulang tahun ke-80 kepada Syaykh Panji Gumilang beserta keluarga besar Al-Zaytun. Ucapan penghormatan juga disampaikan kepada para pendidik, santri, dan seluruh elemen yang selama ini turut membangun serta mengembangkan lembaga pendidikan tersebut.

Dalam refleksinya, Dr. Antonius mengajak hadirin melihat usia delapan puluh tahun dari sudut pandang yang berbeda. Menurutnya, usia tersebut bukanlah tanda berakhirnya perjalanan, melainkan momentum memasuki fase baru yang penuh peluang untuk terus berkarya.

Ia menjelaskan bahwa dalam tradisi iman Kristen, angka delapan dimaknai sebagai lambang awal yang baru (new beginning) sekaligus simbol kebangkitan. Karena itu, Milad ke-80 dinilai sebagai kesempatan untuk memperluas pengabdian dengan bekal pengalaman, kebijaksanaan, dan visi yang telah terbangun selama puluhan tahun.

Dr. Antonius juga menyampaikan keyakinannya bahwa berbagai gagasan yang selama ini diperjuangkan Syaykh Panji Gumilang akan terus berkembang, khususnya dalam bidang pendidikan, ketahanan pangan, kemaritiman, dan penguatan kemandirian bangsa.

Menurutnya, pendidikan menjadi fondasi penting untuk melahirkan sumber daya manusia yang mampu mengelola potensi Indonesia. Sementara ketahanan pangan, sektor maritim, dan kemandirian nasional merupakan pilar yang saling berkaitan dalam mewujudkan masa depan bangsa yang lebih kuat.

Ia menambahkan bahwa setiap cita-cita besar memerlukan perpaduan antara kerja keras dan doa. Usaha merupakan bentuk tanggung jawab manusia, sedangkan doa menjadi wujud pengharapan agar setiap langkah memperoleh penyertaan Tuhan.

Dalam doanya, Dr. Antonius memohon agar Syaykh Panji Gumilang senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, hikmat, serta umur yang penuh berkat sehingga tetap dapat memberikan manfaat bagi dunia pendidikan dan masyarakat luas.

Kehadiran tokoh lintas agama dalam peringatan Milad tersebut juga dinilai menjadi gambaran nyata pentingnya menjaga kerukunan di tengah kemajemukan Indonesia. Sikap saling menghormati dan mendukung dalam semangat kebangsaan dinilai sebagai modal penting untuk membangun masa depan yang lebih baik.

Menutup sambutannya, Dr. Antonius menegaskan bahwa usia lanjut tidak menghalangi seseorang untuk terus berkontribusi. Justru pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki dapat menjadi bekal dalam membimbing generasi penerus agar cita-cita yang telah dirintis terus berkembang dan memberi manfaat bagi bangsa.

Sambutan tersebut diakhiri dengan doa serta pekik "Merdeka!" sebagai ungkapan harapan agar semangat pengabdian, persatuan, dan pembangunan nasional terus terpelihara.

(Sumber: Diadaptasi dari tulisan Ali Aminulloh berjudul "Usia Delapan Puluh sebagai Horizon Baru Kebangkitan", yang mengulas penyampaian Dr. Antonius Nathan, M.Th. pada Peringatan Hari Lahir ke-80 Syaykh Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang di Ma'had Al-Zaytun, 30 Juli 2026.)





Berita Terdahulu


Berita Populer