Saat Kita Diam, Tuhan Bekerja

label

Mari bergabung bersama kami para jurnalis/wartawan untuk dapat mengembangkan skill dan pengalaman dalam menulis, silahkan hubungi team kami atau redaksi kami | Mari bergabung bersama kami para jurnalis/wartawan untuk dapat mengembangkan skill dan pengalaman dalam menulis, silahkan hubungi team kami atau redaksi kami | Mari bergabung bersama kami para jurnalis/wartawan untuk dapat mengembangkan skill dan pengalaman dalam menulis, silahkan hubungi team kami atau redaksi kami |
Mari bergabung bersama kami para jurnalis/wartawan untuk dapat mengembangkan skill dan pengalaman dalam menulis, silahkan hubungi team kami atau redaksi kami | Mari bergabung bersama kami para jurnalis/wartawan untuk dapat mengembangkan skill dan pengalaman dalam menulis, silahkan hubungi team kami atau redaksi kami | Mari bergabung bersama kami para jurnalis/wartawan untuk dapat mengembangkan skill dan pengalaman dalam menulis, silahkan hubungi team kami atau redaksi kami |

iklan

iklan

Saat Kita Diam, Tuhan Bekerja

Senin


MisindoGlobalNews, Maret 2026 - 
“Segenggam ketenangan lebih baik dari pada dua genggam jerih payah dan usaha menjaring angin.” 
Pengkhotbah 4:6


Suatu hari, seorang wanita kehilangan cincin kesayangannya di dalam rumah. Cincin itu sangat berharga karena merupakan kenangan dari orang yang ia kasihi. Ia pun panik dan mulai mencarinya ke sana kemari—membongkar laci, menggeser perabot, bahkan menyapu seluruh ruangan. Semakin lama ia mencari, semakin gelisah hatinya. Keringat bercucuran, pikirannya kacau, tapi cincin itu tetap tidak ditemukan.

Akhirnya, karena lelah, ia duduk diam sejenak. Dalam keheningan itu, ia mencoba menenangkan diri. Perlahan ia mengingat kembali aktivitasnya hari itu—ke mana saja ia pergi, apa saja yang ia lakukan. Tiba-tiba ia teringat sesuatu… Ia berjalan ke dapur, membuka sarung tangan yang tadi dipakainya saat mencuci, dan di sanalah cincin itu berada.

Bukan karena ia kurang berusaha sebelumnya, tapi karena pikirannya terlalu bising untuk mengingat dengan jernih.

Seringkali kita seperti wanita itu. Kita berusaha keras, bergerak cepat, bahkan panik saat menghadapi masalah. Kita pikir jawabannya ada dalam usaha yang lebih besar… padahal yang kita butuhkan justru hati yang lebih tenang.

Dalam “kebisingan” hidup—kesibukan, tekanan, kekhawatiran—kita kehilangan kepekaan. Kita tidak lagi bisa mendengar suara Tuhan dengan jelas.

Padahal, dalam keheningan bersama Tuhan, segalanya mulai dipulihkan.
Hati yang gelisah menjadi tenang.
Pikiran yang kacau menjadi jernih.
Dan arah yang hilang mulai terlihat kembali.

Yeshua mengundang kita bukan hanya untuk bekerja bagi-Nya, tapi juga untuk tinggal bersama-Nya. Karena dari situlah kekuatan sejati mengalir.

Jangan takut untuk berhenti sejenak.
Bukan untuk menyerah… tapi untuk dipulihkan.

Karena seringkali, setelah kita berdiam bersama Tuhan, kita justru bisa melangkah lebih tepat, lebih kuat, dan lebih bijak.

Doa:
Bapa YHWH, ajarku untuk tidak larut dalam kesibukan dan kegelisahan. Beri aku hati yang mau berdiam di hadapan-Mu. Tenangkan jiwaku, jernihkan pikiranku, dan tuntun aku menemukan kembali apa yang hilang dalam hidupku.
Dalam nama Yeshua aku berdoa. Amin.


 *Ketika kita berhenti sejenak bersama Tuhan, kita mulai melihat lebih jelas apa yang sebelumnya tidak terlihat.*


Berita Terdahulu


Berita Populer